Serbuan Tenaga Kerja China ilegal?
Berhentilah mengucapkan
kita pribumi dan asing, hanya karena kita khawatir kehilangan sesuatu
yang akan direnggut oleh asing atau pribumi. Rasa khawatir dan
kehilangan adalah model mental pesimis yang jauh dari prasangka positif,
senjata utama syetan untuk melakukan divide et impera antar manusia.
Sebaliknya urusan rezeki itu sudah diatur oleh Allah, masing-masing
dari kita sudah ditentukan dengan kadar yang terbaik. Kita seorang
muslim percaya tidak ada seorangpun dari kita yang akan meninggal sampai semua rezekinya terpenuhi.
Semua ini akan lebih indah ketika kita melihat kembali ucapan Allah didalam ayat al-qur'an dalam surat al hujurat ayat 13 :
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Kedatangan mereka (china, europe, middle east) keindonesia adalah suatu
keniscayaan agar kita saling mengenali. Sumbernya rezeki dan cinta
lokasi. Karena dengan saling mengenal kita akan faham arti kasih sayang
dalam kehidupan, darinya selalu lahir berbagai cerita dan kisah kisah
yang akan membuat kita dikenal dalam sejarah...
Sebuah rezeki dan hikmah dari Tuhan,
Dan kami menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian, siapakah diantara mereka yang paling baik AMAL PERBUTANYA. (Surat Al-Mulk ayat 2)
Dan kami menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian, siapakah diantara mereka yang paling baik AMAL PERBUTANYA. (Surat Al-Mulk ayat 2)
nah Tepat dalam ayat diatas, Allah tidak menyebutkan bangsa dan negara, pribumi atau aseng, melainkan perbuatan yang baik.
Jauhilah prasangka negatif dan kata yang tidak indah sebab akan memancing permusuhan. Kenali, fahami, teliti baru bicara..
Begitulah kasih dan cinta dikenal

No comments:
Post a Comment