Vidio Ahok Menyebut Surat Al Maidah Ayat 51
Pernyataan itu disampaikan Ahok saat berada di Pulau Seribu berdiskusi dengan warga soal perekonomian warga setempat.
Saya sudah nonton videonya dan saya dengar redaksi asli perkataan Ahok berikut:
*"Jadi jangan percaya sama ORANG. Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin "PAKAI" surat almaidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya..."*
Saya tidak ingin menjelaskan perkataan ini dengan istilah-istilah filsafat yang rumit. Tapi cerna saja dengan AKAL SEHAT tanpa tendensi.
Ahok sebelum sampai pada kalimat "dibohongin pake surat al maidah 51", dia mengatakan "jangan percaya sama orang".
Berarti jelas yang dia maksud berbohong adalah ORANG-nya bukan ayatnya. "Orang" adalah subjeknya dan "Almaidah 51" adalah objek yang dibawanya. Yang dia maksud berbohong adalah subjeknya bukan objek yang dibawanya. Dan objek yang dimanfaatkan untuk berbohong tertera pada kalimat selanjutnya "PAKAI surat almaidah 51".
Ini sama seandainya saya berkata "Jangan percaya sama Aa Gatot. Kamu di bohongin PAKE ayat-ayat Qur'an". Yang saya maksud disini tentu bukan jangan percaya sama Qur'an, tapi jangan percaya sama Aa Gatot karena ia berbohong dengan MEMAKAI ayat-ayat Qur'an. Bukan berarti ayat Qur'annya yang salah, tapi subjek yang membawa dan menggunakan ayat Qur'an tersebut untuk berbohonglah yang salah.
Ini sama seperti teroris yang menggunakan ayat jihad untuk berbuat barbar atau wahabi yang menggunakan ayat istiwa' untuk berkeyakinan mujassimah terhadap Allah. Bukan ayatnya yang salah, tapi subjek yang menggunakan dan memelintir tafsir ayat itu yang salah.
Itulah kenapa Ahok menggunakan kalimat *"dibohongin PAKAI surat almaidah 51", bukan kalimat "dibohongin OLEH surat almaidah 51".*
Namun Sama saja "ORANG YANG MEREFERENSIKAN SURAT AL-MAIDAH ayat 51 berarti orang tersebut mengambil referensi yang benar karena sudah ada dalam al-qur'an dalam surat al-Baqarah (2) : 2
"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa "
Berarti ahok mengatakan orang itu bohong, padahal orang itu tidak bohong, orang itu menyebutkan isi QS almaidah ayat 51 dengan benar:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى
أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ
فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
(51) فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ
يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ
يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا
أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ (52) وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا
أَهَؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ
إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ (53)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi wali (kalian); sebagian mereka adalah wali
bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian mengambil mereka
menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Maka kami akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya
(orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani)
seraya berkata, "Kami takut akan mendapat bencana, " Mudah-mudahan Allah
akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan
dari sisi-Nya. Maka karena itu mereka menjadi menyesal terhadap apa
yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman
akan mengatakan, "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh
dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak
binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang
merugi.Sebenarnya semua tidak akan rusuh kalo Ahok tidak terpancing dengan menyebut ayat Al-Maidah 51 tersebut karena untuk apa dia harus mengatakan itu? toh dia juga bukan muslim , beliau beragama Kristen Protestan dan tidak kompeten untuk mengongomentari soal surat al maidah maupun Al-Qur'an.

No comments:
Post a Comment