Klarifikasi Bank Indonesia BI Terkait Lambang Palu Arit pada Uang Baru
Media sosial dihebohkan dengan sebuah foto uang pecahan Rp 100 ribu cetakan tahun 2014 yang di-posting para netizen di media sosial seperti Facebook. Netizen mengunggah foto uang yang dicetak Bank Indonesia tersebut dengan logo 'BI' berubah menjadi seperti simbol palu arit yang identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).
Foto ini pertama kali menjadi perbincangan di sosial media sejak Jumat (11/11) di jejaring Facebook. Para netizen mengaitkannya dengan simbol PKI. Meski sebagian nitizen lain berkata bahwa jika diterawang maka logo itu tetap logo BI (Bank Indonesia).
Sementara itu, Bank Indonesia merespons sejumlah pertanyaan dari logo tersebut. Dalam keterangannya, Bank Indonesia menjelaskan, uang kertas pecahan Rp 100 ribu tahun 2014 yang mempunyai tanda/gambar dimiripkan 'Palu Arit', merupakan tanda pengaman yang lazim digunakan BI dalam mencetak uang.
Pada setiap uang kertas rupiah yang masih berlaku (mulai pecahan Rp 1.000,- s/d Rp 100 ribu, terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai rectoverso atau gambar saling isi. Rectoverso pada uang kertas rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas dibawah angka nominal dan pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri," demikian penjelasan BI.
Ditambahkan, rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas di mana pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan.
Namun demikian apabila rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan. "Pada setiap pecahan uang kertas Rupiah, rectoverso-nya membentuk ornamen lambang "BI" (singkatan dari Bank Indonesia). Sejauh ini rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan," lanjut penjelasan tersebut.
BI memastikan bahwa tidak benar tanda pengaman tersebut tmerupakan ornamen/lambang "Palu & Arit". Masyarakat juga diminta untuk tidak khawatir.
Foto-foto ini banyak tersebar di berbagai media sosial, terutama di grup Facebook.
Seperti kata seorang netizen dalam grup Facebook INFO WONG SOLO.
"Di logo BI uang baru kog terdapat simbol PALU ARIT ya????"
Namun penjelasan sebenarnya adalah gambar tersebut bukan merupakan "logo palu arit" seperti yang diduga para netizen.
Dilansir dari kompasiana.com, tulisan Junanto Herdiawan menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso).
Menurut Junanto setiap pecahan uang rupiah memiliki unsur-unsur pengaman atau yang biasa disebut security features.
Keaslian uang dapat dilihat dari unsur-unsur tersebut.
Misalnya dari benang pengaman dan gambar air yang bisa kita lihat dengan cara diterawang.
Tapi ada lagi satu unsur pengaman yang mungkin tidak banyak diketahui orang, yaitu yang dinamakan dengan 'gambar saling isi', atau dikenal dengan istilah rectroverso.
Melihat rectroverso tentu saja tidak bisa dilakukan dari satu sisi mata uang saja, tetapi perlu cara khusus.
Heboh Logo Diduga Lambang PKI di Uang Kertas Baru, Penjelasan Ini Perkuat Kabar Terse
Facebook/Haryadi Kapelo?
Caranya angkat uang rupiah kita kemudian terawangkan di cahaya atau lampu.
Lalu lihatlah di simbol itu, pastinya akan membentuk logo BI.
Jadi, itu bukan simbol sesuatu yang lain, melainkan adalah logo BI yang dibuat saling isi (lihat gambar).
Selain rectoverso masih banyak unsur pengaman lainnya untuk menunjukkan keaslian sebuah uang.
Sementara itu logo 'palu arit' menurut netizen ini hanyalah sebuah tafsir saja.
Seperti pembicaraan mengenai logo dan simbol yang tentu saja dapat menimbulkan perdebatan.
Semoga ini dapat membantu memahami ornamen di uang rupiah kita.
Kita juga tidak terjebak lagi dengan berita-berita yang hoax dan disebarkan tanpa mengetahui penjelasan sebenarnya.
Foto ini pertama kali menjadi perbincangan di sosial media sejak Jumat (11/11) di jejaring Facebook. Para netizen mengaitkannya dengan simbol PKI. Meski sebagian nitizen lain berkata bahwa jika diterawang maka logo itu tetap logo BI (Bank Indonesia).
Sementara itu, Bank Indonesia merespons sejumlah pertanyaan dari logo tersebut. Dalam keterangannya, Bank Indonesia menjelaskan, uang kertas pecahan Rp 100 ribu tahun 2014 yang mempunyai tanda/gambar dimiripkan 'Palu Arit', merupakan tanda pengaman yang lazim digunakan BI dalam mencetak uang.
Pada setiap uang kertas rupiah yang masih berlaku (mulai pecahan Rp 1.000,- s/d Rp 100 ribu, terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai rectoverso atau gambar saling isi. Rectoverso pada uang kertas rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas dibawah angka nominal dan pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri," demikian penjelasan BI.
Ditambahkan, rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas di mana pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan.
Namun demikian apabila rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan. "Pada setiap pecahan uang kertas Rupiah, rectoverso-nya membentuk ornamen lambang "BI" (singkatan dari Bank Indonesia). Sejauh ini rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan," lanjut penjelasan tersebut.
BI memastikan bahwa tidak benar tanda pengaman tersebut tmerupakan ornamen/lambang "Palu & Arit". Masyarakat juga diminta untuk tidak khawatir.
Foto-foto ini banyak tersebar di berbagai media sosial, terutama di grup Facebook.
Seperti kata seorang netizen dalam grup Facebook INFO WONG SOLO.
"Di logo BI uang baru kog terdapat simbol PALU ARIT ya????"
Namun penjelasan sebenarnya adalah gambar tersebut bukan merupakan "logo palu arit" seperti yang diduga para netizen.
Dilansir dari kompasiana.com, tulisan Junanto Herdiawan menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso).
Menurut Junanto setiap pecahan uang rupiah memiliki unsur-unsur pengaman atau yang biasa disebut security features.
Keaslian uang dapat dilihat dari unsur-unsur tersebut.
Misalnya dari benang pengaman dan gambar air yang bisa kita lihat dengan cara diterawang.
Tapi ada lagi satu unsur pengaman yang mungkin tidak banyak diketahui orang, yaitu yang dinamakan dengan 'gambar saling isi', atau dikenal dengan istilah rectroverso.
Melihat rectroverso tentu saja tidak bisa dilakukan dari satu sisi mata uang saja, tetapi perlu cara khusus.
Heboh Logo Diduga Lambang PKI di Uang Kertas Baru, Penjelasan Ini Perkuat Kabar Terse
Facebook/Haryadi Kapelo?
Caranya angkat uang rupiah kita kemudian terawangkan di cahaya atau lampu.
Lalu lihatlah di simbol itu, pastinya akan membentuk logo BI.
Jadi, itu bukan simbol sesuatu yang lain, melainkan adalah logo BI yang dibuat saling isi (lihat gambar).
Selain rectoverso masih banyak unsur pengaman lainnya untuk menunjukkan keaslian sebuah uang.
Sementara itu logo 'palu arit' menurut netizen ini hanyalah sebuah tafsir saja.
Seperti pembicaraan mengenai logo dan simbol yang tentu saja dapat menimbulkan perdebatan.
Semoga ini dapat membantu memahami ornamen di uang rupiah kita.
Kita juga tidak terjebak lagi dengan berita-berita yang hoax dan disebarkan tanpa mengetahui penjelasan sebenarnya.

No comments:
Post a Comment