Tongseng Bajing Jogja Kuliner Ekstrime Berhasiat



Tongseng Bajing Jogja Kuliner Ekstrime Berhasiat

Hai Sahabat Traveler, Masih dari kota jogjakarta kota wisata yang tak ada duanya, untuk urusan perut alias kuliner jogja selalu punya sesuatu yang unik, juga ekstrim. Tongseng Bajing / Tupai. Berlokasi di Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah warung sederhana terbuat dari bambu dengan luasan 2 x 2 meter. Tidak ada meja makan, yang ada hanya kursi dari susunan bambu yang dipasang setinggi pinggul orang dewasa.



Tidak susah mencapai warung itu. Jika dari arah Kota Yogyakarta menyusuri Jalan Bantul, jalur tersebut akan mengantar kita ke Pasar Niten di kiri jalan raya. Dari arah pasar itu, se kitar 200 meter ada tikungan ke kanan. Sejauh 50 meter dari tikungan akan terlihat jelas sebuah warung semipermanen.

Menu tongseng bajing yang dia tawarkan kadang tidak bisa sediakan setiap hari karena stock atau persediaan daging bajing yang susah didapat. Setiap minggu rata-rata dia hanya bisa mencari 20 bajing. "Bajing yang kita jual ini hasil berburu. Saya memperoleh stok dari penjual bajing yang berburu hingga daerah Kebumen, Jawa Tengah," ungkapnya sambil meracik bumbu tongseng. Karena sulitnya mencari stok bajing itu, banyak pelanggan yang tidak kebagian. Sehingga sering kali pelanggan meninggalkan nomor ponsel dengan maksud agar diberi tahu ketika stok bajing sudah datang.
Satu porsi tongseng/goreng bajing dijual Rp20.000. "Peminat daging bajing cukup banyak. Tetapi mencari stoknya harus telaten. Bagi yang sudah pesan, kalau stok ada, langsung saya hubungi lewat layanan pesan singkat," katanya. Salah satu pembeli tongseng bajing, mengungkapkan, ia pertama kali mengonsumsi daging bajing hanya karena penasaran.


Sebagian masyarakat meyakini daging bajing berkhasiat menambah stamina pria dewasa. Daging bajing yang dikonsumsi teratur bisa membantu proses penyembuhan penderita diabetes, kanker, rematik, dan lever. "Saya beli daging bajing karena memang enak. Rasanya gurih.

Daging tupai yang ditawarkan menarik sebagian masyarakat yang menginginkan menu berbeda. Makanan yang sempat menjadi santapan masa lampau itu kini menjadi incaran pemburu kuliner yang ekstrim dan eksentrik.

No comments:

Quote of the day: