Pacaran yang Syar'i
Pak ustadz, saya mau nanya sebenarnya boleh gak sih pacaran itu? Soalnya
temen-temen saya pada bilang tergantung niatnya. Terima kasih atas
perhatiannya.
Assalamualaikum,
Dhela
Jawaban:
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du
Bukan tergantung niatnya, tapi tergantung caranya. Kalau niatnya,
pastilah semuanya berniat baik-baik. Namun yang menjadi masalah justru
pada caranya. Katakanlah niatnya baik, yaitu untuk dijadikan ajang
penjajakan atau saling kenal satu sama lain, menuju ke jenjang
berikutnya yaitu perkawinan. Nah, niat yang seperti ini sebenarnya bisa
diterima secara syariah.
Memang di dalam syariah Islam, sebelum seseorang menetapkan calon
pasangan hidup, ada anjuran untuk melakukan penjajakan. Agar terjadi
saling kenal dan saling paham, antara calon suami dan calon istri. Hal
seperti ini tidak dilarang dalam Islam, bahkan sebaliknya, justru amat
dianjurkan.
Sebab dahulu ada seorang shahabat yang bercerita bahwa dalam waktu dekat
akan dia akan melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita. Ketika
Rasulullah SAW menanyakan apakah dia sudah mengenal calon istrinya,
shahabat itu mengatakan belum. Maka Rasulullah SAW memerintahkannya
untuk mendatangi wanita itu, untuk mengenal lebih dalam, sebelum
memastikan pernikahannya.
Jadi dari sisi tujuan, sebenarnya sudah benar, yaitu bila tujuannya
untuk saling mengenal (ta'aruf). Tinggal bagaimana teknisnya, itulah
yang justru menjadi batas halal dan haramnya.
Kalau teknisnya adalah dengan jalan-jalan berdua, naik motor boncengan
bersama, bergandengan, berpelukan, kencan makan malam berdua di tempat
romantis, atau bahkan sampai liburan berdua, menginap di hotel (chek in)
dan yang sejenisnya, tentu saja haram. Bahkan sekedar apel atau wakuncar
sekalipun tetap haram, jika mereka melakukannya hanya berdua saja, tanpa
ada kehadiran mahramnya. Meski niatnya baik, tapi bila caranya haram,
maka pacaran itu hukumnya haram.
Lalu bagaimana yang halal?
Minimal tidak terjadi khalwat (berduaan), sebab yang ketiganya adalah
syetan. Sebagaimana telah dilarang oleh Rasulullah SAW:
Dari Ibnu Abbas ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah
seorang laki-laki berduaan (berkhalwat) dengan wanita kecuali bersama
mahram" (HR Bukhari dan Muslim)
Dari 'Uqbah bin 'Amir ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidaklah seorang laki-laki berduaan (berkhalwat) dengan wanita kecuali
yang ketiganya adalah syetan." (HR Tirmizy)
Maka kalau mau pacaran, selain masalah niat harus suci, pastikan tidak
ada acara berdua-duaan. Pacaran harus ditemani langsung oleh ayah si
gadis. Atau saudara laki-lakinya atau siapapun yang menjadi mahramnya.
Kalau berdua-duaan saja sudah haram, apalagi sentuhan tangan, baik untuk
bersalaman, atau pun berpegangan tangan, berpelukan atau pun mengenggam
jari pasangannya.
Dan yang lebih penting dari semua itu, masing-masing tetap wajib menutup
aurat sesuai dengan aturan syariah. Yang wanita wajib memakai pakaian
yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tapak tangan.
Pakaian itu harus lebar, tidak mencetak lekuk tubuh, tidak tipis atau
transparan, juga tidak memakai wewangian yang mengundang nafsu seorang
laki-laki. Tidak menggunakan make berlebihan pun yang juga bisa
mengundang daya tarik calon suami, sebab biar bagaimana pun mereka masih
orang asing, tidak halal hukumnya, kecuali setelah terjadinya akad nikah
yang sah.
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mu'min, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS Al-Ahzab: 59)
Bila masing-masing pihak telah merasa cocok, sebaiknya tidak perlu
menunggu terlalu lama untuk segera menikah. Sebab selama masa menunggu
itu, syetan tetap saja mengintai dan mencari serta mencuri-curi
kesempatan untuk masuk ke celah-celah yang rawan. Kalau memang tidak ada
alasan yang telalu syar'i, semakin cepat ke hari pernikahan akan semakin
baik. Jangan biarkan relung hati disusupi dan disisipi iblis
laknatullah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
CCTV Bentuk Gantungan Baju Lagi Heboh fi Dunia Maya, Wanita Harap Lebih Waspada saat Ganti Baju di Mall. Baru baru ini pihak Bea dan Cu...
-
Harta yang Hilang Ferrari Dino 246 GTS keluaran 1974 nggak disangka mobil sport keren ini dulunya pada tahun 1978 ditemukan tak sen...
-
Sejatinya Orang Nu itu Seperti Ini Dulu, Gus Dur, mantan Ketua PBNU, disebut buta mata buta hati, Orang NU marah, yang lain diam, ada ...
-
Hati hati Modus Penipuan Baru (Narkoba) Bagi orang2 yg dirumah.... Kejadian di Kemang Pratama... Info dr tetangga sebelah di Bekasi Se...
-
Modus Penipuan Baru Target Pengusaha Hati-hati temen-teman semua. . . ada MODUS BARU lagi. .... Targetnya PENGUSAHA Ini Saya lagi ng...
No comments:
Post a Comment