Belajar dari Kecoa
BELAJAR DARI KECOA
Sunder Pichai, CEO Google, mengutarakan hasil pengamatannya sebagai berikut :
Di sebuah restoran, tiba-tiba ada seekor kecoa hinggap di pakaian seorang wanita.
Si wanita tersebut berteriak ketakutan.
Dengan wajah panik dan suara gemetar, dia melompat. Dan ia berusaha untuk menyingkirkan kecoa tersebut kedua tangannya.
Walhasil, semua orang di kelompoknya ikut panik.
Tak lama kemudian, kecoa tadi terbang lagi. Kali ini hinggap di pundak wanita lain, masih dalam kawanan kelompok tadi.
Sekarang, giliran wanita yg kedua melanjutkan drama kepanikan.
Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita datang. Dan akhirnya keco tersebut hinggap di lengan baju si pelayan.
Si pelayan pun berdiri dengan tenang sambil mengamati perilaku kecoa di kemejanya.
Dengan sekali sentuhan, Ia kemudian meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkannya ke tempat sampah.
Coba Kita perhatikan dengan seksama, dua wanita dalam group tadi panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa.
Ini artinya persoalan bukan pada kecoanya...
... tapi lebih kepada reaksi yang ditimbulkan.
Ketidaktenangan kedua wanita tadi dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana jadi kacau.
Sejatinya, Kecoa memang menjijikkan. Dan ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tidak akan pernah bisa kita ubah menjadi binatang lucu dan menggemaskan.
Begitupun juga dengan MASALAH.
Macet di jalanan..
istri yang cerewet..
teman yang berkhianat..
bos yang sok kuasa..
bawahan yang tidak penurut..
target yang besar..
deadline yang ketat..
customer yang ngeyel..
tetangga yang mengganggu..
Dan masalah yang lain.
Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.
Tapi...
Jangan lah itu yang membuat semuanya kacau. Karena, sebenarnya ketidakmampuan kita untuk menghadapinya yang membuatnya demikian.
REAKSI kita terhadap masalah itulah yang sebenarnya menciptakan kekacauan dalam hidup, melebihi dari masalah itu sendiri.
Coba perhatikan kembali, para wanita itu bereaksi. Sedangkan pelayan merespon.
Reaksi selalu naluriah dan tiba-tiba, sedangkan respon itu dipikirkan dulu baik-baik.
Orang BAHAGIA bukan karena tidak pernah menghadapi masalah dalam hidupnya.
Melainkan karena la me-RESPON masalah hidupnya secara tepat.
Masalah selamanya tetap akan menjadi masalah.
Respon kita lah yang akan sangat menentukan bagaimana akhir dari setiap masalah yang kita hadapi.
Jangan dishare, kecuali Anda sepaka
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
CCTV Bentuk Gantungan Baju Lagi Heboh fi Dunia Maya, Wanita Harap Lebih Waspada saat Ganti Baju di Mall. Baru baru ini pihak Bea dan Cu...
-
Harta yang Hilang Ferrari Dino 246 GTS keluaran 1974 nggak disangka mobil sport keren ini dulunya pada tahun 1978 ditemukan tak sen...
-
Sejatinya Orang Nu itu Seperti Ini Dulu, Gus Dur, mantan Ketua PBNU, disebut buta mata buta hati, Orang NU marah, yang lain diam, ada ...
-
Hati hati Modus Penipuan Baru (Narkoba) Bagi orang2 yg dirumah.... Kejadian di Kemang Pratama... Info dr tetangga sebelah di Bekasi Se...
-
Modus Penipuan Baru Target Pengusaha Hati-hati temen-teman semua. . . ada MODUS BARU lagi. .... Targetnya PENGUSAHA Ini Saya lagi ng...

No comments:
Post a Comment