Harus Buka Jilbab Aulia Olahragawati Asal Magetan Memilih Mundur dari Kejurda SeJatim
Seorang Dermawan diketuk hatinya oleh Allah untuk berangkatkan Umroh Aulia Olahragawati Karate asal Magetan karena harus buka Jilbab dia memilih mundur dari Kejurda se-Jatim.
Alhamdulillah...akhirnya Allah berikan Bonus bagi yang bertahan dan tegar dalam kebenaran. Seperti Aulia yang bertahan dengan Jilbab tidak mau melepasnya dalam kejuaraan Karate sehingga harus di diskualifikasi. Hadiah Umrah adalah bonus terindah. Sedangkan bagi jurinya bersiaplah anda berurusan dengan masalah HAM.
Berikut adalah tulisan dari FB pak Azzam
Mujahim Izzul Haq.
Adakah di antara sahabat ada yg tahu siapakah gerangan PELAKU PELANGGARAN HAM DAN INTOLERANSI terhadap Aulia, siswi sekolah Islam di Ngawi Jawa Timur, yg didiskualifikasi dalam Kejuaraan Karate Tingkat Provinsi Jawa Timur, hari Jumat (23/12) kemarin gegara mengenakan jilbab dan tidak mau melepaskannya?
Saya berencana mengajak juri pelanggar HAM dan intoleran ini untuk melihat, belajar dan bercermin ke Turki, negara sekular yg sama-sama berpenduduk mayoritas Muslim di dua benua. Untuk melihat atlit karate nasional dan internasional mereka yg mengenakan jilbab pada saat kejuaraannya.
Saya hanya menetapkan syarat, pelaku diproses hukum tindak pidana pelanggaran HAM, dicabutnya sertifikasi pelaku sebagai juri di tingkat apa pun. Dan diturunkan tingkat kecakapannya dalam olah raga karate 5 tingkat ke bawah. Saya akan sampaikan hal ini ke Kementerian Pemuda dan dan Olah Raga).
Pelaku pelanggaran HAM seperti ini wajib diberikan pelajaran tentang HAM dalam dunia olah raga!
Kepada Sang Juara, ananda Aulia, atas keistiqamahamu, perkenankan Paman memberikanmu hadiah berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di dua kota suci untuk beribadah Umroh.
#AMI
#SelamatkanIndonesia

No comments:
Post a Comment