HABIB RIZIEQ TIDAK MENISTA AGAMA



HABIB RIZIEQ TIDAK MENISTA AGAMA

ini alasanya kenapa HABIB RIZIEQ TIDAK MENISTA AGAMA :

1. TIDAK ADA NIAT MENISTA AGAMA
2. TIDAK MENAFSIR AL KITAB KRISTEN
3. MENAFSIR AL-QUR'AN DENGAN BENAR
4. MENAFSIR "SELAMAT NATAL" DALAM PERSPEKTIF ISLAM
5. DISAMPAIKAN DI INTERNAL UMAT ISLAM

Selamat Natal itu artinya:
SELAMAT HARI LAHIR YESUS KRISTUS ,SEBAGAI ANAK TUHAN
Saya menjawab:
Lam Yalid Walam Yulad
Allah tidak Beranak dan tidak diperanakkan
Kalau Tuhan Beranak Bidannya Siapa?

Di sini Habib hanya mengedukasi jama'ahnya untuk tidak dekat dengan keyakinan agama lain karena ditakutkan menggoyahkan iman, itu keyakinan habib dan jamaahnya, tidak masalah, meski banyak juga golongan Islam lain yang tidak masalah dengan ucapan 'Selamat Natal'. 

Yang mungkin sedikit mengusik saudara kita yang Nasrani adalah: 
1. Kenapa contohnya orang Nasrani memberi ucapan selamat Natal ke habib/orang Islam, yang ada khan habib/orang Islam memberi selamat kepada mereka karena itu haru besar mereka, mana mungkin mereka memaksa memberi selamat Natal kepada orang yang tidak merayakan Natal. 
2. Ketersinggungan saudara2 Nasrani karena kata-kata "kalau Tuhan beranak terus bidannya siapa?" trus ditambah dengan ketawa para jama'ah. Oke kalau kita nalar seperti itu, tapi ini khan masalah agama dan keyakinan, siapun pasti tidak suka keyakinanya diperolok seperti itu. 

Menurut saya, hal semacam ini terlalu kecil untuk dibesar-besarkan, sama juga dengan kasus Ahok kemarin. Paling enak apa? tidak usah menyinggung agama dan kepercayaan selain agama/kepercayaan yang kita ikuti, beres, aman, adem buat semua, kalau "Ahok tidak sering bawa-bawa Alquran atau kalau Habib tidak bicara Tuhan bidannya siapa" kasus semacam ini takkan terjadi. 

Andai orang Islam mengejek: "KALAU TUHAN BERANAK, BIDANNYA SIAPA?" 

Andai umat Nasrani membalas: "NABINYA ISLAM TUKANG KAWIN" 

Dua kalimat di atas FAKTA dan bisa dinalar, tapi apa umatnya sama-sama suka kalau mendengarkan olok-olok semacam itu? bagusnya ya bicara masing-masing tanpa membicarakan ajaran yang lain, saya tidak setuju Habib bicara bab Bidan, saya juga sangat tidak setuju lihat Ahok sering mengutip Alquran, umat muslim sendiri saja banyak yang tidak paham makna isi Alquran, apalagi dia yang non muslim. 

Persamaan dua kasus ini (Penistaan Ahok dan Penistaan Habib Rizieq) yang saya lihat:
1. Ada golongan ulama yang menganggap Ahok penistaan dan ada yang menganggap tidak. (Bisa digoogle) 2. Ada golongan ulama yang mengharamkan ucapan natal dan ada yang membolehkan. (Bisa digoogle) 
3. Sama-sama masuk dan membicarakan agama dan kepercayaan orang lain.

 Jadi ranah abu-abu. Isi pidato Habib yang bab Tauhid 100% saya setuju dan semua yang merasa muslim harus setuju, yang saya kurang sreg kenapa harus ada lelucon tentang "Kalau Tuhan beranak, siapa bidannya?" itu khan ranah keyakinan orang lain, siapapun akan tersinggung kalau mendengar keyakinannya dihina/dijadikan lelucon. Dan menjadikan kepercayaan orang lain sebagai lelucon di depan jama'ahnya sendiri saya kira bukan pembenaran, di manapun tidak elok lah, apalagi oleh seorang pemuka agama yang punya ribuan jama'ah, seandainya kita muslim ini ada pendeta di gereja menyindir atau memperolok muslim pasti kita juga tidak suka kan. Semoga ke depan kita semua semakin dewasa dalam menyikapi segala hal, dan hal-hal seperti ini bisa jadi sarana alat pembelajaran kedewasaan kita, monggo tidak usah kagetan, tidak usah usil sama tetangga, memperkuat dan memperdalam ibadah masing-masing saja


No comments:

Quote of the day: