Sejarah Gudeg Yu Djum


Sejarah Gudeg Yu Djum

Bila mendengar kata “Yu Djum” apa yang terlintas di benak poro sedulur semua?

Sebagian besar pasti akan menjawab; gudeg.

Nama lengkapnya Djuwariah Suwandi Darmo Suwarno. Namun lebih dikenal dengan nama “Yu Djum.” Dan dunia gudeg adalah dunia yang digeluti Yu Djum berpuluh tahun hingga membuatnya dikenal banyak orang sebagai salah satu tokoh kuliner gudeg di Jogja.



Namun Yu Djum kini telah menghembuskan nafas terakhirnya, pada usia 87 tahun, setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Yu Djum diketahui mulai merintis usaha gudegnya sejak zaman kemerdekaan dahulu. Sejak tahun 1951 Yu Djum berjualan gudeg di daerah selatan Plengkung Wijilan dengan membuka lapak kecil. Meja dan kursi yang digunakan saat itu masih sangat sederhana.

Seiring berjalannya waktu, usaha gudeg Djuwariyah terus berkembang. Hingga pada tahun 1985, warung dengan nama Gudeg Yu Djum didirikan di Wijilan.



Nama Yu Djum dipilih karena banyak yang memanggil Djuwariyah dengan sebutan Yu DJum. Nah, lambat laun nama Gudeg Yu Djum semakin dikenal oleh masyarakat luas dan dengan cabang yang ada dimana-mana.


Gudeg tidak hanya sekadar makanan khas Jogja, bukan semata sebagai sajian, namun gudeg adalah identitas. Jogja yang dikenal sebagai kota gudeg, akan makin mempertahankan identitasnya dengan banyaknya para pedagang gudeg. Dan inilah yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Sehingga identitas Jogja dengan gudegnya tidak hilang dan luntur.

Sosok Yu Djum memang telah tiada, tapi namanya akan tetap dikenang. Matur nuwun dan selamat jalan Yu Djum, semoga amal ibadah diterima Allah, dan diampuni segala dosa-dosanya. Amin.

No comments:

Quote of the day: