Apapun Alasannya Ahok Tetap Salah
Apapun alasannya, ahok tetep salah.
(1) Ibaratnya begini, si A adalah praktisi SEO. A bilang ke si B, "Hey B, lu ngapain ikut kursus facebook ads sama si C? Lu diboongin tuh sama si C, masa bayar kursusnya mahal amat? kan facebook ads gampang banget".
.
Apapun alasannya, bukan kapasitas ahok bawa-bawa surat Al Maidah, karena ia bukan muslim. Sama kayak contoh di atas, si A nggak pernah ngiklan pake facebook ads tapi kok bilang si B dibohongin si C?
.
(2) Banyak yang berspekulasi bahwa ini hanya salah paham antara menggunakan dan tidak menggunakan kata "pakai". Tapi mendekatkan sesuatu yang "baik" dengan sesuatu yang "buruk" akan menimbulkan multipersepsi. Dalam kasus ini, menyebut kata "jangan mau dibohongin" digabungkan dalam satu kalimat dengan "surat Al Maidah". Sebagian penulis tau soal ini, itu sebabnya sangat dianjurkan agar tidak menggabungkan kalimat negatif dan kalimat positif dalam 1 tempat yang sama. Simak contoh berikut :
.
Misalnya, contoh 1 :
"Awas! sebagian besar bakso dibuat menggunakan bahan kimia seperti boraks dan tawas yang berbahaya untuk kesehatan. Bahan baku dagingnya juga diragukan apakah benar menggunakan daging sapi, bahkan disinyalir menggunakan daging babi liar. Jangan khawatir, hanya kami yang menjual bakso sapi yang bebas bahan kimia seperti boraks, tawas. Bakso buatan kami juga menggunakan daging sapi asli dari tempat pemotongan hewan yang bersertifikasi halal."
.
Bandingkan dengan, contoh 2 :
"Kami menjual bakso sapi yang bebas bahan kimia seperti boraks, tawas. Bakso buatan kami juga menggunakan daging sapi asli dari tempat pemotongan hewan yang bersertifikasi halal."
.
Pada contoh 1, kemungkinan malah Anda nggak akan beli bakso siapapun yang manapun, karena menggabungkan informasi "baik" dan "buruk" dalam 1 tempat malah akan menumbuhkan ide bahwa semua "buruk". Inget, sifat sebagian besar manusia adalah "yang diliat selalu buruknya dulu", jadi lebih baik "tidak" memberi 'inspirasi'. (baca status ini, situ dapet informasi copywriting kan?)
.
Kesimpulannya :
Jadi pemimpin memang harus "sangat" hati-hati bicara. Lebih baik diam tidak mengucapkan apapun meski dibilang bodoh, daripada mengucapkan kalimat yang menimbulkan kerusuhan.
.
Saya obyektif, bahwa saya hanya keberatan ahok membawa-bawa surat Al Maidah saat menuding orang lain berbohong, itu aja. Saya tidak benci non muslim, saya tidak rasis, dst. Pendemo di tanggal 4 kemarin juga sudah menunjukkan kedewasaan serta obyektifitasnya dengan melakukan demo aksi damai.

No comments:
Post a Comment