Vidio Taat Pribadi Menggandakan Uang


Vidio Taat Pribadi Menggandakan Uang

Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Gading Probolinggo pada Kamis pagi digrebek ribuan personil polisi bersenjata lengkap. Dengan mengendarai puluhan truk, ribuan personil kepolisian dari satuan Brimob, Dalmas Polda Jatim maupun dari Polres bergerak ke Padepokan Dimas Kanjeng Taan Pribadi. Ya, Dimas Kanjeng ditangkap lantaran terlibat kasus pembunuhan.

Bukan perkara mudah untuk menagkap Dimas Kanjeng yang pernah menghebohkan publik dengan penggandaan uang dengan cara gaib. Pasalnya, Dimas Kanjeng memiliki ratusan pengikut yang sangat setia melindungi.

Selain menerjunkan ribuan polisi bersenjata lengkap, personil kepolisian juga membawa kendaraan Barakuda, water canon, dan kendaraan taktis. Polisi selanjutnya bergerak ke halaman padepokan yang sudah dijaga ratusan santri setiannya yang sudah berhari-hari tinggal di sekitar padepokan.
Polisi terpaksa menggrebek Padepokan Dimas Kanjeng karena ditengaarai terlibat kasus pembunuhan terhadap korban yang diketahuui bernama Abdul Gani, warga Semampir, Kecamatan Kraksaan dan Ismail Warga Situbondo.

Sempat terjadi perlawanan, namun akhirnya polisi bertindak tegas dengan melepas tembakan peringatan dan tembakan gas air mata. Akhirnya, santri yang awalnya melawan berhasil diredam polisi. Selanjutnya, polisi mengusir paksa santri keluar dari area padepokan.

Dalam penggeberakan tersebut, pimpinan tertinggi padepokan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap saat bersembunyi di salah satu ruang di sisi selatan area padepokan. Saat ditangkap, Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengenakan kaos ungu dan memakai celana warna hitam dan tak mengenakan sandal.

Penangkapan ini berawal saat terjadinya dua pembunuhan yang menimpa dua mantan santrinya, yakni Abdul Gani, yang ditemukan tewas di daerah Wonogiri, dan Ismail yang ditemukan tewas di daerah Kecamatan Tegal Siwalan, Probolinggo.

Hasil pengusutan akhirnya ditangkap 7 orang diduga pelakunya. Dugaan sementara pimpinan tertinggi terlibat sebagai otak pembunuhannya.

Menurut Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Dimas Kanjeng Taat Pribadi sudah dipanggil dua kali sebagai saksi namun mangkir, hingga akhirnya polisi bertindak tegas.

"Tak mau ambil resiko, polisi bertindak tegas dengan terus memukul mundur santri, bahkan santri yang kedapatan melawan langsung diamankan," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Jatim seperti dilansir pojokpitu

ini vidio taat pribadi


No comments:

Quote of the day: