Kisah Seorang Tukang Bakso
Mas Cipto, penjual bakso dorong yang sering mangkal dikompleks bercerita bahwa kalau dalam sehari dia bisa mendapatkan omzet antara 600 ribu sampai 900 ribu, laba yang diperoleh rata-rata 50% dari omzetnya, dan dalam sebulan bisa saving antara 9 - 12 juta.
Wow, siapa sangka Mas Cipto yang berpenampilan sangat sederhana, dan beraktifitas dari jam 10 - 18.00 (8 jam) bisa memiliki kehidupan yang lebih mapan, dan yang lebih penting lebih tenang, karena penghasilannya tidak perlu diaudit oleh BPK dan diperiksa KPK.
Selain dari pada itu, Mas Cipto sebenarnya lebih bahagia, karena selain punya pendapatan yang jauh lebih tinggi dari pada pegawai kantoran, dia juga punya waktu yang cukup untuk keluarga, serta Dia juga sangat berani hidup apa adanya, tanpa harus mempermak dirinya agar mendapatkan job yang lebih menguntungkan.
Sebenarnya, dalam kehidupan kita, Tuhan pasti sudah memberikan kebahagian yang sama dengan yang dialami Mas Cipto, bahkan boleh jadi apa yang telah kita dapatkan melebihi yang telah didapatkan Mas Cipto, seperti pendidikan, relasi yang banyak, dan sebagainya, akan tetapi, kita sering menjual kebahagiaan kita dengan penilaian yang jauh lebih tinggi dari kenyataan hidup kita yang sebenarnya.
Padahal, penjara kita sebenarnya bukanlah trali besi yang membatasi kebebasan kita, yang merenggut kebahagiaan kita, tapi karena kita selalu bertingkah dan berkata agar kita bisa dinilai lebih hebat dari sebenarnya diri kita.
Semoga kita dimudahkan untuk berhenti membohongi diri kita sendiri dan membohongi orang lain dengan apa yang telah kita rekayasa untuk diperlihatkan, dan semoga kita lebih berani hidup jujur dan apa adanya, karena Allah punya rencana baik untuk setiap takdir yang kita lalui dengan jujur dan sabar, amin.

No comments:
Post a Comment