Hakim ini Bikin Koruptor Mati Kutu
SI GILA ITU BERNAMA ARTIDJO
"Saudara divonis 13 tahun penjara !" Palu diketok. Tok.
Udar Pristono, mantan Kadishub DKI, langsung melongo dan kencing2, membayangkan
dia membusuk di penjara. Mahkamah Agung juga merampas seluruh aset
Udar, dimiskinkan istilahnya. Masih plus lagi, Udar disuruh bayar 6
milyar kalo ngga tambah 4 tahun lagi penjara. Matek kon, le...
Udar pernah diingatkan untuk tidak menaikkan kasus ini ke tingkat MA.
"Udahlah, lu dulu divonis 5 taun, kagak terima trus naik banding. Trus
di naikkan 9 taun masi kagak terima. Jangan sampe ke MA, disana ada
Artidjo !" Udar sombong dan nekad, terkincit2-lah dia sekarang.
Siapa Artidjo ?
Artidjo alkostar adalah hakim agung. Ia memulai karirnya sebagai
advokat dan dikenal luas sebagai pembela rakyar kecil. Hatinya mendidih
melihat korupsi dan ia mendapat tempatnya dengan tepat ketika ia di
Mahkamah Agung.
Siapa saja koruptor yg terhenyak ketika mereka merasa bisa diringankan oleh MA ?
Lihat saja LHI dr PKS, disikat 18 tahun. Joko Susilo, si polisi
simulator SIM membusuk 18 tahun penjara. Labora sitorus 15 tahun.
Angelina sondakh 12 tahun. Dan yang terkenal adalah Anas Urbaningrum,
yang pedenya mirip Udar, sesudah ketemu Artidjo dimutilasi se-otong2nya
selama 14 tahun.
Artidjo dikenal sebagai si hakim gila oleh
kalangan hukum. Tapi sebenarnya ia punya alasan kuat. Di mata Artidjo,
MA begitu mudah membebaskan para koruptor. Di Indonesia koruptor menjadi
selebritis, dadah2 di tipi sedangkan di Tiongkok mereka menangis karena
pasti di hukum mati.
Dan ketika menjabat, Artidjo memuntahkan
semuanya. Siapapun koruptor yang ingin naik banding sampe ke MA gemetar
lututnya, balik badan dan mending masuk sel aja. Mereka pasti ketawa
ketika melihat teman2nya yang nekad berhadapan dengan Artidjo malah
lebih berat hukumnya dan tambah di miskinkan. Mungkin jika ada UU
hukuman mati bagi koruptor, palu artidjo-lah yang paling ditakuti.
Keluarga Udar dan koruptor2 lainnya, pasti mencaci-maki Artidjo. Tetapi
rakyat kecil yang dulu dibela Artidjo bertepuk tangan. Akhirnya
keadilan yang selama ini menjadi anomali di negeri ini, ada juga
pembawanya. Orang yang mengerti bahwa jabatan di kehakiman itu adalah
amanah, pintu langsung ke surga atau ke neraka.
Artidjo pasti tahu pintu mana nanti yang akan dimasukinya.
Ia seperti secangkir kopi. Pahit menggigit bagi koruptor dan nikmat meresap bagi mereka yang mendamba keadilan.
"Kesombongan manusia atas dirinya sendiri adalah musuh bagi akalnya" Imam Ali as.

No comments:
Post a Comment