Terrorisme itu Haram

Terrorisme itu Haram



“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya,” (QS. An-Nisa [4]: 93)
Segala pujian milik Allah rob seluruh makhluk. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada nabi kita Nabi Muhammad Saw, keluarga dan sahabatnya. Amma ba’du: Pelanggaran (terorisme) ini tidak dilakukan oleh orang yang hatinya memiliki keimanan. Kejahatan yang mereka lakukan adalah mengenai kehormatan muslimin, karena muslimin mempunyai kehormatan yang tidak boleh dilanggar sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw, “Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian haram dilanggar seperti haramnya hari ini di negerimu ini dan di bulan ini (haji).”
Allah tidak akan lalai dari apa yang mereka lakukan. Ia Maha Membalas kerusakan dan Maha Mengetahui. “Dan jangan sekali-kali kamu mengira Allah lalai terhadap apa yang dilakukan orang-orang yang zalim itu. Tetapi kami akhirkan balasannya di hari yang pada hari itu mata manusia terbelalak (Hari Kiamat)” (QS. Ibrahim [14]: 42)
Orang jahiliyah itu takut akan balasan Allah. Bagaimana dengan mereka yang mengaku berjihad di jalan Allah? Apakah membunuh muslimin termasuk jihad? Apakah termasuk jihad melanggar kehormatan tanah Haram? Apabila kita mengingat pendahulu mereka yang telah memberontak Khalifah di jaman sahabat, membunuh Khulafaur Rasyidin (Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib), berusaha membunuh Muawiyah bin Abi Sufyan, membunuh ‘Amr bin Al-’Ash dan Al-Mughirah bin Syu’bah, kita akan tahu bahwa mereka tidak memuliakan sahabat Nabi sebagai generasi terbaik sehingga menghalalkan darah sahabat.
Rasulullah telah memberitakan bahwa mereka memerangi orang-orang beriman dan membiarkan orang-orang musyrik. Jika mereka meyakini sedang berjihad fi sabilillah, apakah jihad dilakukan dengan melanggar kehormatan apa yang Allah larang? Sesungguhnya mereka berihad di jalan setan. Allah berfirman, “Dan orang-orang beriman berjihad di jalan Allah Swt dan orang-orang kafir berjihad di Jalan thaghut. Maka perangilah wali-wali syetan itu. Sesungguhnya makar setan itu lemah.” (QS. An-Nisa [4]: 76)
Tidak diragukan lagi bahwa mereka telah melakukan banyak pelanggaran. Jika tanah haram itu sendiri tidak boleh dihina dan dilanggar aturan yang berkaitan dengannya seperti dilarang berburu, mengganggu manusia dan tidak boleh dipotong pohon-pohonnya untuk mengagungkan kehormatan Allah, lalu bagaimana dengan Ka’bah yang baru-baru ini dijadikan ajang pembunuhan muslimin, kekacauan dan ketakutan muslimin di dalamnya?
Tidak diragukan bahwa orang-orang zalim itu telah melakukan kerusakan besar yang caranya mereka ambil dari setan dari kalangan jin dan manusia. Mengapa mereka melakukan hal itu terhadap tanah Makkah dan kerajaan Saudi yang menjalankan hukum Allah, yang menjaga dua tanah haram yang mulia dan yang menjadi tauladan bagi negara lain dalam berpegang teguh dengan Islam? Apakah mereka menginginkan kehancuran Islam dan muslimin?
Ya, itulah keinginan mereka yang mereka ambil dari musuh-musuh Islam, mereka yang mengadopsi pemikiran “bolehnya memberontak” dari kaum kafir dan mereka yang mengutus untuk menyerang muslimin. Akan tetapi Allah Swt tetap mengintai dan memberi tangguh mereka untuk sementara. Tidaklah mereka membuat makar kecuali Allah membongkar makar dalam waktu yang singkat sedangkan mereka dalam keadaan yang hina.
Kami mengingatkan kepada mereka yang masih mempunyai sisa iman atau sebutir atom iman di hatinya agar bertobat, kembali kepada hidayah dan kebenaran dan tidak tertipu oleh ucapan-ucapan kaum kafir, karena sesungguhnya pendahulu mereka tidak berhasil dalam usahanya merongrong Islam. Di zaman mana saja manakala golongan mereka memberontak dan membuat kekacauan, Allah memutus gerakan mereka. Maka mereka hendaknya mengambil ibrah (pelajaran) dari pendahulu mereka.
Kami tidak heran atas tindakan mereka karena pendahulu mereka pernah mengotori tanah haram, membunuh jamaah haji di Padang Arafah dan membuang mayat-mayat muslimin di sumur Zam-zam. Pantas kalau murid-murid mereka sekarang mencontoh perbuatan gurunya. Akan tetapi dengan kekuatan Allah mereka menjadi hina, kalah dan kembali dengan membawa kerugian serta seluruh kaum muslimin murka kepada mereka bahkan orang-orang kafir yang terkena getahnya mencaci mereka.
Sebagaimana (firman Allah yang menyebutkan) ucapan setan pada waktu perang Badar yang menipu orang-orang kafir, “Dan ketika setan menjadikan baik perbuatan mereka (orang-orang kafir) dan berkata, ‘Tidak ada seorang manusia pun yang dapat memenangkan kamu pada hari ini dan sesungguhnya aku ini adalah pelindungmu.’”
Maka tatkala kedua pasukan itu telah berhadapan, syetan itu berbalik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri daripadamu sesungguhnya Aku dapat melihat yang kamu tidak melihat, sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya” (QS. Al-Anfal [8]: 48).

No comments:

Quote of the day: